Hai! Seminggu yang lalu saya resmi menjadi student di hacktiv8, coding bootcamp fullstack javascript developer.
Dan saya rasa penting untuk membagi kepada kalian apa yang saya dapat dalam seminggu saya disana.

Dibawah bimbingan mastah-mastah kak Riza Fahmi, kak Adhy Wiranata, Kak Ryan Akbar dan kak Windi.
Ini dia yang saya dapatkan selama seminggu!
Programming, bukan tentang kode , tapi tentang menemukan solusi
Di hacktiv8, saya selalu di ajari untuk menulis pseudocode sebelum menulis kode nya.
Kalian tahu ya pseudocode? ini pandangan saya tentang pseudocode.
Sebelum
menulis kode sungguhannya di text editor. Baik nya kita corat-coret
dulu mengenai bagaimana menyelesaikan suatu masalah yang sedang
dihadapi.
Kita analisa masalahnya, lihat polanya, baca alur masalah nya. Tentukan apa yang akan kita inputkan, dan tentukan juga output atau hasil akhirnya seperti apa.
Jangan dulu berpikir bagaimana kode nya.
Bayangkan bagaimana kita di dunia nyata menyelesaikan masalah.
Contoh challange yang saya dapat di minggu pertama ini membuat sudoku solver.
Jadi ada sudoku yang akan di selesaikan secara otomatis oleh program yang kita buat.
Sebelum
masuk ke kode. Coba dulu bagaimana bermain sudoku. Lihat polanya, coba
kita selesaikan. Perhatikan bagaimana kita menyelesaikan nya tanpa
program.
Berhasilnya
kita menyelesaikan sudoku tanpa program, artinya seharusnya kita bisa
juga menyelesaikan sudoku dengan program yang kita buat.
Seringkali kita dapat challenge, malah keburu berpikir “bagaimana ya kode nya ?”
Justru hal itu yang bakal ngebuat bingung.
Karena programming bukan soal kode. Tapi soal menemukan solusi atas suatu masalah.
Fundamental Programming Itu yang Utama dan Pertama
Progammer yang baru belajar tapi sudah senang bisa membuat aplikasi disana-sini, sering kali melupakan fundamental.
Pikirnya “saya sudah bisa buat aplikasi, fundamentalnya nanti aja ah di pelajari”.
Biasanya mereka yang seperti ini sukanya copy paste kode orang di stackoverflow tanpa mengerti maksud kode nya.
Di copy terus paste, jalan programnya, terus di tinggalin. Giliran nanti ada bug, kelimpungan karena dia gak ngerti maksudnya.
Istilah instruktur saya “koding buta”
Apa aja fundamental yang harus dikuasai?
Sebenarnya kalau fundamental programming sudah dikuasai, mau pakai bahasa apapun juga. Intinya tetaplah sama.
Variable, data type, operator, condition, looping, array, object, function, sorting dan searching algorithm.
Cara agar fundamental kita terasah dengan baik, yaitu jangan dulu pakai build in function bawaan bahasa pemrogramannya.
Contoh
di javascript ada build in function untuk ngesorting array. Nah kita
coba bagaimana cara manual dengan kodingan kita sendiri.
Pokoknya selama kita bisa lakukan secara manual, maka lakukan. jangan dulu pakai build in function.
Nanti ketika sudah di kerjaan, baru kita pakai, agar pekerjaan jadi lebih cepat.
Banyak
banget yang sudah keenakan pakai build in function, dan ketika disuruh
untuk ngebuat dengan cara manual kelabakan, karena mereka gak ngerti
fundamental, tapi asal pake aja.
Lingkungan belajar itu dampak nya besar sekali
Kalian mau cepat menguasai programming? Cari lingkungan yang ngebuat kita mudah belajar.
Di hacktiv8 saya benar-benar merasakan perannya lingkungan terhadap proses belajar saya.
Teman-teman
yang sama-sama menuju mimpi menjadi professional fullstack developer ,
instruktur-instruktur yang juga sangat pengen kita jadi developer,
membuat saya semangat dan tertantang untuk mewujudkan impian tersebut.
Sangat
jauh berbeda kalau kita belajar otodidak. judi bola gan Tidak ada lingkungan yang
mendukung kita, hanya diri kita sendiri yang mendukung.
Ketika belajar otodidak, kita harus tentukan materi apa yang harus dikuasai, tidak ada yang memberi kita arahan.
“Kan sekarang sudah ada banyak kursus online mas? Nantikan di arahkan.”
Beda.
Apalagi
kursus online seringkali kita yang buat jadwal sendiri untuk belajar.
Jadi ya gimana kita nya, lagi semangat ya semangat sampai gak
tidur-tidur, tapi kalau lagi malas ya malas , sampai laptop gak
dibuka-buka berhari-hari.
Di
coding bootcamp kita akan dapatkan arahan langsung dari instruktur, dan
juga sudah ada silabus kurikulum yang sudah teruji pasti akan terpakai
ketika nanti kerja. Terus di tambah ada teman-teman yang sama-sama
support kita untuk terus maju meraih mimpi.
Kemandirian Belajar
Kalau kita nyamain coding bootcamp dengan kursus.
Maka pemahaman kita salah besar.
Coding bootcamp dengan kursus jauh berbeda.
Di kursus, biasa nya kita ada kelas dari pagi sampai sore. Kerjaannya cuma ngikutin apa yang guru nya ketik ya kita ketik.
“Ikutin ya, ini ,itu dan ini. nanti hasilnya seperti ini”
Kayak nya kita belajar, tapi sebenarnya gak belajar apa-apa. Kita cuma mengikuti sampai jadi apps nya.
Seminggu kemudian, ketika di tanya tentang apa yang kita ketik di kursus, gak tahu jawabnya gimana.
“Ya pokoknya, kata guru saya di kursus gini ketiknya untuk jadi seperti ini”.
Di
coding bootcamp, jadwal lecture yaitu sesi di kelas dengan instruktur
bisa di bilang 20 % belajar di kelas dengan instruktur menerangkan
materi, dan 80 % nya kita praktek menyelesaikan challenge yang diberikan
oleh instruktur.
Gak
ada tuh ceritanya instruktur ngasih kita kodingan untuk menyelesaikan
challenge. Kalaupun misal kita stuck, dan nanya ke instruktur, pasti
instruktur gak akan ngasih solusi kode nya, tapi akan ngebimbing kita
agar bagaimana kita bisa menyelesaikan challengenya sendiri.
Dengan begitu kita belajar juga bagaimana situasi nanti ketika kerja. Kita harus bisa menyelesaikan tugas kita sendiri.
Ketika
kerja gak mungkin ada yang ngasih kita petunjuk step by step kepada
kita. Maka sebisa mungkin dengan sedikit petunjuk dari instruktur, kita
langsung bisa menemukan solusinya.
Managing Stress
Stress
itu hal yang pasti seorang manusia alami. Di coding bootcamp, terlebih
di fase-fase awal, kemungkinan stress akan meningkat.
Ya
secara, ada challenge menumpuk untuk kita selesaikan. Belum lagi
tingkat kesulitannya luar biasa. Pastinya kalau kita gak nemuin
solusi-solusi atas challenge yang ada, terkadang terasa stressnya.
“Kenapa ya kok gak bisa?”
“Kok gini ya ?”
“Susah banget ya”
“Salah dimana sih, perasaan udah bener”
Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke influencer marketing benefit sekarang juga
“Aaaarrggghhhhhhh!!!”
Syukurnya di hacktiv8 ada sesi engineering emphaty.
Ya jadi semacam sesi bimbingan konseling kalau di sekolah, terus kayak seminar motivasi gitu.
Kita jadi bisa mengetahui bagaimana mengatur stress, dan terus bertahan sampai akhirnya lulus di coding bootcamp.
Di
satu sesi Engineering Empathy, menjelaskan bagaimana managing stress.
Ternyata salah satu caranya adalah dengan helping people.
Dengan membantu orang lain, ternyata stress yang dirasakan menjadi energi positif bagi kita.
Dan itu yang saya lakukan saat ini, menulis. Saya berbagi info yang harapannya dapat membantu teman-teman yang membaca.
Saya merasa stress saya berubah menjadi energi positif. Malah seringkali tulisan terbaik saya dibuat ketika stress melanda.
Jadi kalau kalian merasa stress ketika belajar ngoding, berikan kontribusi buat orang lain!
sumber : medium.com
sumber : medium.com
Komentar
Posting Komentar